Home » » Teladan Rasul dalam Membina Keluarga Sakinah

Teladan Rasul dalam Membina Keluarga Sakinah

Di posting oleh admin PKS SUMUT pada Sabtu, 26 Januari 2013


Ilustrasi. (inet) Rumah tangga bahagia merupakan dambaan setiap insan, baik mereka yang memasuki jenjang pernikahan maupun yang tengah menjalaninya. Namun, untuk mendirikan rumah tangga bahagia tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Banyak rintangan-rintangan yang pasti dilalui. Karena itu untuk mendirikan rumah tangga di perlukan pribadi-pribadi yang tangguh agar mampu menahan badai dan ombak yang sewaktu-waktu menerpa biduk rumah tangga dan mampu melintasi jalan yang penuh dengan kerikil-kerikil tajam, itulah perjalanan dalam keluarga.


Dalam mewujudkan keluarga bahagia di perlukan rencana dan tujuan untuk pencapaian apa yang sebenarnya kita inginkan. Jika tujuan kita untuk mencapai sebuah keluarga yang sakinah mawaddah warahmah maka kita harus berusaha untuk mencapai tujuan tersebut.

Dalam Islam, niat merupakan spirit dasar dari setiap perbuatan. Seperti yang pernah di sabdakan oleh Nabi saw, " Sesungguhnya amal perbutan itu tergantung dengan niatnya". Karena pernikahan tidak sekedar pelampiasan syahwat semata. Tetapi pernikahan sesuatu yang sangat sakral dan sangat di muliakan Allah Swt. Sebagaimana firma-Nya dalam surat Ar-Rum ayat 21 : " Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya, di ciptakan-Nya untukmu pasangan hidup dari jenismu sendiri supaya kamu mendapat ketenangan hati dan dijadikan-Nya kasih sayang diantara kamu. Sesungguhnya yang demikian menjadi tanda-tanda kebesaran-Nya bagi orang –orang yang berfikir".

Kata sakinah (ketentraman), rahmah (kasih sayang), dan mawaddah (cinta) adalah salah satu dari tanda-tanda kebesaran Allah yang paling agung yang terdapat di dalam pernikahan. Sering kita mendengar pasangan suami istri yang bercerai kemudian menikah lagi, bercerai lagi dan menikah lagi. Jelas ini menggambarkan bahwa tidak adanya tujuan dalam memulai pernikahan. Allah Swt menciptakan makhluknya berpasang-pasangan. Allah Swt juga yang menciptakan antara manusia yang satu dengan yang lainnya memiliki sifat berbeda.

Masing-masing pasti memiliki kekurangan, tidak ada orang yang sempurna. Tetapi tergantung dengan kita bagaimana menutupi kekurangan tersebut, dan pada akhirnya bersama-sama bahu membahu untuk mencapai tujuan keluarga. Tipe keluarga bahagia telah Allah perlihatkan lewat utusan-Nya Rasulullah saw sebagai teladan.

Sebagai mana firman Allah Swt: " Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah suri tauladan yang baik bagimu, yaitu bagi orang-orang yang mengharapkan rahmat Allah dan hari akhirat, dan dia banyak menyebut asma Allah". (Qs. Al-Ahzab:21 ).

Kehidupan rumah tangga Rasulullah Saw merupakan teladan bagi kita, yang patut kita contoh. Rasulullah saw bersabda: " Orang yang paling baik di antara kalian adalah yang paling baik kepada keluarganya (istrinya), dan aku adalah orang yang paling baik di antara kalian kepada keluargaku (istriku)". (HR. Ibnu Majjah).

Nabi Saw, telah banyak memberi contoh kepada kita bagaimana bentuk kecintaannya kepada istri-istrinya. Sebagaimana yang di terangkan oleh Aisyah tentang keadaan Nabi saw sebagai suami di dalam rumah. Nabi memperbaiki sandalnya dan menambal pakaiannya sendiri. Maka muamalah Nabi tersebut bertolak dari rasa kasih sayang dan cinta.

Pergaulan beliau pun adalah pergaulan sebagai manusia seperti manusia lainnya, yang tidak memandang hina saat suami membantu istrinya. Riwayat lain yang juga datangnya dari Aisyah ia berkata: " Aku pernah minum dan lalu memberikannya kepada Nabi Saw kemudian beliau meletakkan mulutnya pada bekas mulutku. Lalu aku menggigit daging dari tulangnya, lalu beliau meletakkan mulutnya di bekas mulutku."

Beliau juga keluar bersama istrinya untuk berjalan-jalan untuk menambah keeratan cinta di antara mereka. Bukhari meriwayatkan bahwa apabila malam tiba, Nabi keluar berjalan-jalan bersama Aisyah sambil berbincang-bincang ( HR. Bukhari Muslim). Tidak hanya itu Rasulullah juga sering menunjukkan sifat pemaafnya kepada para istrinya dengan lapang dada dan rasa cinta.

Pernah suatu saat Abu Bakar r.a berkunjung ke rumah Nabi Saw, lalu ia mendengar suara Aisyah yang tinggi. Maka ketika ia masuk, ia menariknya untuk menempelengnya, sambil berkata, "Aku tidak mau melihatmu berteriak kepada Rasulullah Saw, Nabi pun langsung menghalangi Abu Bakar dan Abu Bakar keluar dengan keadaan marah. Maka, Nabi saw berkata kepada Aisyah ketika Abu Bakar keluar, " Bagaimana pandanganmu kepadaku, aku telah menyelamatkanmu dari laki-laki itu."

Setelah beberapa hari Abu Bakar tidak datang, pada hari itu ia datang mengunjungi Nabi. Ia mendapati Rasulullah dan Aisyah telah berdamai, Abu Bakar pun berkata, " Kalian telah melibatkanku dalam kedamaian ini, sebagaimana kalian telah melibatkanku dalam pertengkaran kalian." Lalu Nabi Saw berkata, " Kami telah melakukannya, kami telah melakukannya." (HR. Abu Daud).

Inilah sedikit contoh kehidupan keluarga Rasulullah Saw. yang selalu membimbing dan menghargai istri- istrinya dengan rasa cinta.

Tujuan pernikahan selain mewujudkkan keluarga sakinah mawaddah warahmah, juga merupakan ibadah dalam pemeliharaan keluarga untuk meraih surganya Allah Swt. Sebagaimana firman Allah Swt: " Wahai orang-orang yang beriman jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu. Penjaganya malaikat-malaikat yangkasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang di perintahkannya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang selalu di perintahkan ". (QS. At-Tahrim 6).

Ayat ini mengingatkan kepada kita bahwa ukuran keberhasilan kita dalam menuju keluarga sakinah di ukur dari sejauh mana kita mengantarkan seluruh anggota keluarga kita ke gerbang pintu surga atau tidak. Ketika kita gagal untuk mengantarkan seluruh anggota keluarga untuk masuk ke gerbang pintu surga berarti kita telah gagal dalam membina keluarga. Oleh karena itu menjadi penting bagi kita untuk selalu introspeksi diri. Jangan saling menyalah antara suami dan istri. Keluarga yang selalu berpedoman pada Al-Qur’an dan Hadist pasti tidak akan mengalami kegagalan dalam rumah tangga.

Jadi teladanilah Nabi, pasti kita akan selamat dunia dan akhirat.


Oleh: Juniawati Suza S. Ag.

Kepala Sekolah PAUD Aisyah Az-Zahra Jalan Karya Kasih Medan.

http://www.analisadaily.com/


App Android Klik Disini )|( App Blackberry Klik Disini

Bagikan Berita :
Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

 
Support : PKS Sumatera Utara | Facebook | Twitter
Jl Kenanga Raya No. 51 Medan 20132, Telp. (061) 8210322 Fax. (061) 8213723
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger