Berita Terkini

Tifatul Sembiring Menang 2 Besar di Deli Serdang

Di posting oleh admin PKS SUMUT pada Rabu, 23 April 2014


pkssumut.or.idMEDAN – Tifatul Sembiring calon legislatif dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) berpeluang lolos maju ke Senayan dari dapil Deli Serdang. Tifatul Sembiring yang saat ini juga menjabat sebagai Menkominfo memperoleh 20.584 suara.

Seperti yang dikutip dari Harian Sumut Pos dari Hasil Pleno KPU Deli Serdang untuk DPR-RI, Senin (21/04) menunjukkan Tifatul Sembiring (PKS) unggul dengan perolehan 20.584 suara berada diurutan kedua. Diurutan pertama Prananda Surya Paloh (Nasdem) dengan perolehan suara 21.293 dan menyusul peringkat ketiga H. Irmadi Lubis (PDIP) sebesar 19.971 suara.

Suara PKS dari dapil Deli Serdang menempati peringkat kelima dengan perolehan sebesar 63.184 suara. Berikut rincian perolehan partai politik di Deli Serdang:

1. PDIP: 116.629 suara
2. GOLKAR: 110.544 suara
3. Gerindra: 81.358 suara
4. Demokrat: 80.080 suara
5. PKS: 63.184 suara
6. PAN: 49.322 suara
7. Hanura: 47.433 suara
8. NasDem: 42.051 suara
9. PPP: 36.589 suara
10. PKB: 33.948 suara
11. PKPI: 21.785 suara
12. PBB: 17.231 suara


App Android Klik Disini )|( App Blackberry Klik Disini

Akhir Pekan, PKS Kumpulkan Majelis Syuro Bahas Koalisi


pkssumut.or.id, JAKARTA - Mendekati pelaksanaan pemilihan presiden dan wakil presiden, sejumlah partai mulai melakukan manuver untuk melakukan koalisi. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) pun akan menggelar rapat Majelis Syuro pada Minggu (27/4/2014) untuk menentukan arah koalisi dan kelanjutan pelaksanaan Pemilihan Raya PKS.

"Ahad nanti Majelis Syuro akan ada di Jakarta. Agenda rapat terkait evaluasi pileg sampai koalisi," ujar anggota Majelis Syuro PKS, Sohibul Iman, saat dihubungi, Selasa (22/4/2014).

Sohibul menuturkan, sebenarnya selama ini PKS sudah menjajaki koalisi dengan semua partai. Namun, keputusan tentang arah koalisi mutlak ada di Majelis Syuro. Saat ditanyakan soal kemungkinan adanya poros partai Islam yang selama ini diwacanakan PKS, ia merasa hal itu bisa saja terjadi. Pasalnya, secara historis dan sosiologis, ia menilai bangsa Indonesia sebenarnya bangsa yang religius.

"Tinggal bagaimana mengartikulasikan ide kebangsaan karena itu poros ini jadi menarik," imbuhnya.

Untuk membentuk poros tengah yang diisi partai-partai Islam, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat itu menekankan agar partai-partai Islam harus terlebih dulu solid. Menurutnya, wacana koalisi partai Islam jangan dihadap-hadapkan dengan partai nasional.

"Nggak masalah juga kalau Gerindra. Akan dibahas di Majelis Syuro. Politik tidak bicara di ruang hampa karena masing-masing partai punya pengalaman dan tawaran," ujar Sohibul. [kompas]

 

App Android Klik Disini )|( App Blackberry Klik Disini

Inilah 3 Kriteria Capres Koalisi Parpol Islam

Almuzzammil Yusuf
pkssumut.or.id, Jakarta - Anggota Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Almuzzammil Yusuf menegaskan calon presiden dan calon wakil presiden dari koalisi partai Islam bisa dari kader partai atau non partai.
Hal yang terpenting, mereka memiliki program kerja keumatan dan kebangsaan yang jelas lima tahun ke depan.

“Program utama capres dan cawapres koalisi partai Islam menurut saya tidak usah muluk-muluk, cukup berfokus pada 3 program utama yang diisyaratkan dalam Alquran, Surat Quraisy. Tiga pesan tersebut akan mudah diingat publik. Yakni: keteladanan relijius, ketahanan pangan dan keamanan publik,” jelas Wakil Ketua Komisi III DPR RI ini, di Jakarta, Selasa (22/4).

Program pertama, tentang keteladanan relijius, kata Muzzammil, capres dan cawapres Koalisi Partai Islam harus orang yang mampu melaksanakan syiar minimal Islam kepada publik.

Minimal Capres/Cawapres itu jelas sholat 5 waktunya tepat waktu di masjid/musholla berjamaah bersama para menteri-menterinya di sela-sela sidang kabinet. "Itu adalah syiar minimal keseharian kepala negara di negara mayoritas Muslim. Sehingga rakyat akan meniru,” kata Muzamil.

 Selain itu, capres dan cawapres dari Koalisi Partai Islam akidahnya harus bersih dan akhlak minimalnya tidak melakukan hal-hal tercela.

“Jika tiang agama kokoh, maka tiang negara akan kokoh. InsyaAlloh pemimpin negara yang seperti ini akan mendatangkan keberkahan bagi rakyatnya.” Papar politisi PKS asal Lampung ini. Program kedua capres dan cawapres koalisi partai Islam, menurut Muzzammil, adalah pembebasan masyarakat dari haus dan lapar melalui program ketahanan pangan.
(rol/hnc)

App Android Klik Disini )|( App Blackberry Klik Disini

Terima Kasih atas "Suara Cinta" Untuk Partai Dakwah | Ketua DPP PKS Wilda Sumatera

pkssumut.or.id, PEKANBARU - Dalam bincang santai pksmarpoyan.org bersama Drs. H. Chairul Anwar, Apt, Ketua DPP PKS Wilayah Sumatera menyampaikan bahwa PKS merasa berbesar hati dan bersyukur setelah melihat hasil perolehan suara dan kursi usai Pileg 2014 di Riau.

Hal itu disampaikannya kepada pksmarpoyan.org Selasa pagi, (22/04/14), "Alhamdulillah, suara PKS di Riau ini grafiknya ada yang bertahan, ada yang naik, ada juga yang turun, inilah dinamika pemilu, kita syukuri semuanya," katanya.

Selanjutnya beliau menggaris bawahi pula, "Setelah melihat hasil ini (pleno KPUD di beberapa kab./kota di Riau) kita semakin percaya bahwa suara PKS adalah murni suara cinta dari masyarakat Riau untuk partai dakwah ini. Ini adalah hasil dari kerja kader dan relawan PKS yang bergerak bersama-sama," kata ustadz yang diprediksi lolos ke DPR RI ini.

Beliau menegaskan bahwa PKS di akar rumput telah berupaya bergaul dan bersosialisasi ke seluruh lapisan masyarakat sejak pemilu sebelumnya, baik melalui pendekatan dakwah maupun aksi sosial, yang merupakan inspirasi bagi semua kader PKS dengan slogan, "Apapun Yang Terjadi, Kami Tetap Melayani."

Karena itu Chairul Anwar, selaku Ketua DPP PKS dan anggota Majelis Syura PKS menyampaikan tiga hal, pertama, ucapan Terimakasih dari DPP PKS, dan memberikan apresiasi kepada seluruh kader dan relawan PKS di Riau atas usahanya memenangkan PKS di tengah dugaan derasnya money politic selama berlangsungnya pemilu legislatif 2014 kemarin.

Kedua, Terus bekerja melayani umat dan bangsa, diawali dengan kembali melakukan  Konsolidasi pasca pemilu legislatif ini, dan bersiap melanjutkan perjuangan memenangkan pemilu-pemilu berikutnya. Yang terdekat tentunya Pilpres dan Pilkada di beberapa kabupaten/kota.

Ketiga, senantiasa menggantungkan harapan kepada Allah SWT agar dimudahkan dan diberikan jalan menuju kemenangan itu. "Harapan kita mudah-mudahan berikutnya di Pileg 2019 mendatang menjadi Era-nya PKS," kata Chairul dengan senyum optimisnya. [adn/pksmarpoyan]

 

App Android Klik Disini )|( App Blackberry Klik Disini

Waktunya Partai Islam Jawab Tantangan 'Bung Karno'


pkssumut.or.id, DEPOK - Partai-partai Islam dan berbasis massa Islam dinilai berada dalam momentum tepat untuk meraih tampuk kekuasaan politik di pemerintahan, baik eksekutif maupun legislatif.

Pengamat politik Islam Universitas Indonesia, Dr. Abdul Muta'ali menegaskan, saat ini merupakan momentum yang sangat tepat untuk mengejawantahkan politik Islam yang harmonis dan akomodatif.

"Setelah dunia tidak mendapatkan jawabannya dari politik Islam di Mesir atas kemenangan Partai Ikhwanul Muslimin (IM), saatnya Indonesia menunjukkan politik Islam yang rahmatan lil a'lamin," tutur Abdul Muta'ali saat dihubungi Republika, Senin malam (21/4), melalui layanan pesan singkat (sms).

Sejatinya, ujar Abdul Muta'ali, partai-partai politik Islam di Indonesia telah memperoleh suara sangat signifikan dalam pemilihan umum (pemilu) legislatif pada April 2014 lalu.

Abdul Muta'ali menjelaskan, sudah sepatutnya dan sewajarnya parpol-parpol Islam itu sanggup membangun identitas politiknya dengan cara berkoalisi. Apalagi jika perolehan suara mereka digabung, perolehannya tembus di angka 31%.

Dalam dialog antara Soekarno dan Muhammat Natsir, lanjut Abdul Muta'ali, Soekarno pernah menyatakan: "Kalian boleh mayoritas dalam jumlah, namun kalian tidak akan pernah sanggup melawanku secara politik di Parlemen".

Seharusnya, jelas Abdul Muta'ali, ucapan Soekarno itu menjadi tantangan yang harus dijawab parpol-parpol Islam saat ini. Namun sangat disayangkan, sikap sektarianisme dan tribalisme sulit dihilangkan dari kubu parpol-parpol Islam ini.

"Pemilu legislatif 2014 ini jelas merupakan aspirasi suara 'pulang kampung' untuk Gubernur Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta, Joko Widodo. Pasalnya, 'Jokowi Effect' terbukti tidak ngefek," tegas Abdul Muta'ali yang juga Direktur Pusat Kajian Timur Tengah dan Islam (PKTTI) UI.

Mengapa hal itu terjadi? Karena pada saat yang bersamaan, terang Abdul Muta'ali, masyarakat Muslim Indonesia sudah mengendus perihal Partai Banteng yang sedang menghipnotis mereka.

Jadi, ujar Abdul Muta'ali, hasil pemilu legislatif 2014 menunjukkan masyarakat muslim Indonesia sudah tidak mau dikibuli lagi setelah kasus Solo dan Jakarta. [ROL]

 

App Android Klik Disini )|( App Blackberry Klik Disini

Mensos: Nilai Kearifan Lokal Dorong Keserasian Sosial

pkssumut.or.id, PADANG - Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri mengatakan nilai-nilai kearifan lokal dapat mendorong keserasian sosial dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

"Keragaman Indonesia adalah modal untuk membangun bangsa dan mewujudkan kesejahteraan sosial (kesos) masyarakat," kata Salim Segaf Al Jufri di Padang, Selasa (22/04).

Ia menjelaskan, kebijakan suatu pembangunan harus dipertahanakan, terutama yang tidak semata mengejar pertumbuhan, melainkan terpadu dan komprehensif mendorong terwujudnya kesejahteraan bangsa dengan nilai-nilai kearifan lokal.

"Amanat Undang Nomor 11 Tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial, yakni tentang berbagai pembangunan kesejahteraan sosial yang difokuskan pada penanggulangan kemiskinan, keterlantaran, kecacatan, keterpencilan, ketunaan sosial dan penyimpangan perilaku, korban bencana atau korban tindak kekerasan, eksploitasi dan diskriminasi, serta permasalahan sosial lain akibat dampak negatif perkembangan global," ujarnya.

Kearifan lokal mampu menjadi perekat bangsa di mana di dalamnya terdapat nilai dan tatanan yang dihormati dan dijadikan acuan oleh masyarakat Indonesia yang majemuk tersebut.

Di tengah masyarakat yang majemuk itu pula, selain dibutuhkan nilai-nilai kearifan lokal, juga harus ditanamkan semangat kebersamaan dan kesektiakawanan sosial sebagai bentuk dari keserasian sosial.

"Keserasian sosial di tengah masyarakat adalah jawaban di tengah permasalahan kesejahteraan sosial yang semakin kompleks dan tuntutan keadilan di semua sektor, sekaligus melindungi hak asasi manusia," ungkap Salim Segaf Al Jufri.

Ia mengatakan, sekarang ini dibutuhkan dukungan sumber daya manusia (SDM) yang andal untuk mewujudkan keserasian sosial berdasarkan nilai-nilai kearifan lokal. [ROL]

 

App Android Klik Disini )|( App Blackberry Klik Disini

Kalau Ada Kezaliman, Mata Kita Tutup Oleh Warna Politik... | by @Fahrihamzah







Fahri Hamzah
Tweet Personal @Fahrihamzah





Selasa, (22/04/14)

Publik Indonesia banyak yang belum tahu hak-haknya....

Orang kita sangat paham politik tapi Kebanyakan tidak paham hukum....maka ditipu...

Negara kita adalah negara hukum...

Negara kita adalah negara hukum yang demokratis....

Dalam masalah hukum, wartawan pun kurang dalam bertanya...

Tapi mungkin inilah yang membuat media sangat dekat dengan cara kerja KPK...

Padahal jurnalisme dan penegakan hukum adalah dua hal yang sangat berbeda,...

Dalam jurnalisme, bad News Is Good news...

Dalam hukum, .. fact Is the only News....

Dalam jurnalisme, jurnalis menulis dengan kata konon...

Dalam hukum, para penegaknya mengungkap fakta dan keterangan sah di bawah sumpah...

Di KPK saya melihat Jubir KPK berhasil menggabungkan jurnalisme dan penegakan hukum,,,

Ini adalah invensi luar biasa yang dilawan di mana-mana tapi digabungkan di sini..

Ada istilah trial by the Press atau trial by the media....menandakan adanya peradilan di luar hukum..

KPK selama ini dengan kebebasan yang merajalela oleh media dijadikan satu2nya sumber...

Bahkan kritik kepada proses KPK juga langsung bisa diserang sebagai pro koruptor...

Semua orang sudah hampir kapok mengkritik KPK...sisanya bisa dihitung jari...termasuk saya..

Di Inggris, setelah seseorang ditetapkan sebagai tersangka membuat opini adalah kriminal...

Siapapun termasuk penyidik bisa kena UU contempt Of Court kalau bikin opini...

Di kita...sisi2 tak tekait perkara dijadikan bahan untuk menghancurkan citra tersangka...

Pers seperti dipakai untuk memudahkan hakim membuat kesimpulan bahwa tersangka KPK ini memang jahat..

Maka tak ada satupun tersangka KPK yang tidak dibui...KPK anggap ini prestasi..para aktifis HAM juga..

Padahal di mana negara bisa menang terus di pengadilan maka di situlah HAM dikebiri..

Hukum tegak sekali lagi, bukan karena negara selalu benar dan selalu menang...ini salah...

Hukum tegak justru karena terkadang negara kalah demi hukum....negara tak harus benar...

Ini dasar2 yang kita perlu perbaiki di masa depan....jika kita mau jadi bangsa beradab...

Mari menjadi bangsa beradab...melalui negara hukum yang demokratis....

Saya mendengar ada yg bilang bahwa motif KPK tersangka kan HP adalah menyasar Presiden waktu itu...

Presiden waktu itu adalah Megawati...

Ada juga yang bilang bahwa kasus ini akan diteruskan ke BLBI dan Release And Discharge...zaman Megawati.

Ada yang bilang bahwa HP adalah merah dan dekat dengan Rini Suwandi....tangan kanan Megawati sd kini..

Ada yang bilang bahwa Presiden terlibat ikut dalam kasus ini...

Saya tidak peduli....bagi saya KPK salah kalau tetapkan tersangka tanpa pemeriksaan...

Ini bukan soal HP, Mega, PDIP atau jokowi....ini soal hukum...

Kalau ada kezaliman, mata kita tutup oleh warna politik...

Jadi kalau saya main politik, saya akan dorong KPK usut aliran dana HP siapa tahu partai berkuasa kena...

Partai berkuasa 1999-2004 adalah PDIP....menang 34% secara fantastis...

Masak sih gak ada yang dapat? BCA nyogok berapa ratus Milyar? Masak orang partai aman?

Tapi saya menentang kezaliman aparat penegak hukum beginian...

Kalau musuh saya dizalimi maka yang menzalimi ya adalah musuh saya...

Kalau kawan saya menzalimi maka dialah musuh saya.....


App Android Klik Disini )|( App Blackberry Klik Disini

HNW Caleg dengan Perolehan Tertinggi di Jakarta Selatan


pkssumut.or.id, JAKARTA - KPU Kota Jakarta Selatan telah merampungkan rekapitulasi penghitungan suara untuk tingkat DPR RI. Hasilnya, caleg PKS Hidayat Nur Wahid meraih suara paling banyak di wilayah yang masuk daerah pemilihan (dapil) 2 DKI tersebut.

Data yang diperoleh detikcom dari KPU Jaksel, Selasa (22/4/2014), rekapitulasi penghitungan suara di 10 kecamatan di Jaksel menunjukkan Hidayat Nur Wahid meraih suara 77.803 suara. Raihan suara mantan cagub DKI ini justru mengalahkan partainya sendiri, Partai Keadilan Sejahtera (PKS). PKS berada di posisi keempat dengan meraih 41.859 suara, di bawah PDIP, Gerindra, dan PAN.

Dari Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 1.557.327 orang, pemilih yang menyalurkan suaranya sebanyak 1.037.996 orang.

Berikut hasil rekapitulasi penghitungan suara di Jaksel selengkapnya:

1.NasDem, 12.992 suara
Suara caleg tertinggi: Diennaryati Tjokro Suprihartono, 5.494 suara

2.PKB, 23.737 suara
Suara caleg tertinggi:Tuty Alawia Ishak, 12.361 suara

3.PKS, 41.859 suara
Suara caleg tertinggi: Hidayat Nur Wahid, 77.803 suara


4.PDIP, 137.694 suara
Suara caleg tertinggi: Eriko Sotarduga, 33.098 suara

5.Partai Golkar, 37.669 suara
Suara caleg teringgi: Fayakhun Andriadi, 12.161 suara

6.Partai Gerindra, 76.701 suara
Suara caleg tertinggi: Biem Triani Benjamin, 34.866 suara

7.Partai Demokrat, 29.268 suara
Suara caleg tertinggi: Melani Leimena Suharli, 11.222 suara

8.PAN, 129.541 suara
Suara caleg tertinggi: Dwiki Dharmawan, 5.770 suara

9.PPP, 54.043 suara
Suara caleg tertinggi: Okky Asokawati, 26.174 suara

10.Hanura, 31.467 suara
Suara caleg tertinggi: Bambang Marsono, 11.053 suara

11.PBB, 5.617 suara
Suara caleg tertinggi: Fathurrahman Mahfudz Birk, 1.800 suara

12.PKPI, 2.177 suara
Suara caleg tertinggi: Daniel Hutapea, 621 suara
 

*detik.com 
 

App Android Klik Disini )|( App Blackberry Klik Disini

Peroleh 4 Kursi, PKS Naik Signifikan di Sidrap

Di posting oleh admin PKS SUMUT pada Selasa, 22 April 2014


pkssumut.or.id, SIDRAP - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) berhasil menempati kursi pimpinan DPRD kabupaten Sidrap. Kursi PKS di Sidrap naik signifikan, pada pemilu 2009 lalu PKS hanya meloloskan 1 kadernya, pada pemilu 2014 PKS meloloskan 4 kadernya ke DPRD Sidrap.

Sesuai hasil pleno KPUD Sidrap kemarin (21/04) memutuskan PKS masuk 3 besar dengan perolehan 19.185 suara. Di urutan pertama ditempat golkar dengan 42.119 suara, posisi kedua Nasdem dengan 20.108.

Adapun aleg PKS DPRD Sidrap diantaranya Arifin Damis, H. Ibrahim, Abdul Rahman Pabbaja dan Ahmad.

Dari pleno dirampungkan oleh KPUD kabupaten di Sulsel Partai Keadilan Sejahtera telah mengamankan 4 posisi pimpinan DPRD, diantaranya Bantaeng, Takalar, Sidrap dan Pinrang. Bahkan Bantaeng dan Pinrang mendapat posisi sebagai ketua DPRD. [pksmakassar]

 

App Android Klik Disini )|( App Blackberry Klik Disini

PKS Punya Tim Media Sosial Tapi Bukan 'Panasbung'

pkssumut.or.id, JAKARTA - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) punya tim media sosial. Tim tersebut bak tim sukses di jagad maya. Namun tim itu kata Wasekjen PKS Fahri Hamzah bukan laskar cyber bayaran alias 'Pasukan Nasi Bungkus' yang disingkat 'Panasbung'.

"Kami punya tim media sosial," kata Fahri kepada detikcom, Selasa (22/04/2014).

Fahri tak mau tim tersebut disebut sebagai pasukan nasi bungkus. Istilah pasukan nasi bungkus diutarakan oleh Waketum Gerindra Fadli Zon dalam sebuah puisi tentang laskar cyber bayaran yang juga tim sukses parpol maupun capres tertentu.

"Di PKS nggak ada," tegas Fahri.

PKS jauh hari telah memasuki era digital. Presiden PKS Anis Matta yang menginstruksikan langsung agar semua kader PKS melek teknologi.

"Kan setahun lebih yang lalu dicanangkan gerakan memasuki cyber oleh Pak Anis Matta," pungkasnya. [detik]

 

App Android Klik Disini )|( App Blackberry Klik Disini

Kabar PKS 3Besar

More Post »

.

.
.

Kabar INDONESIA

More Post »

Tausiah

More Post »

Kultwit

More Post »

Kabar DPD

More Post »

Inspirasi

More Post »

Dunia Islam

More Post »
 
Support : PKS Sumatera Utara | Facebook | Twitter
Jl Kenanga Raya No. 51 Medan 20132, Telp. (061) 8210322 Fax. (061) 8213723
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger