Berita Terkini

Mardani: Sebelum Dilakukan Penyelidikan, Pemerintah Tidak Boleh Menyebut ISIS Sebagai Organisasi Islam

Di posting oleh admin PKS SUMUT pada Senin, 04 Agustus 2014

pkssumut.or.id, PKS mendesak agar pemerintah segera mengumumkan status organisasi Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). Hal ini guna mengantisipasi adanya Warga Negara Indonesia (WNI) yang semakin banyak bergabung dengan ISIS untuk berperang di Timur Tengah.

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera mengatakan, pemerintah harus tegas menindak organisasi ISIS yang mulai tercium merambah ke Indonesia. TNI dan Polri serta Kementerian Luar Negeri didesak untuk memverifikasi status ISIS, apakah organisasi makar, terorisme atau sebagainya.

"Negara harus tegas mengumumkan status ISIS dari perspektif agama. Kemenag bekerja sama dengan MUI kerjasama dengan Kemenlu dan TNI/Polri memverifikasi status ISIS. Kemudian diumumkan ke publik sikap negara. PKS menyerahkan kepada negara, karena ini masalah yang serius," kata Mardani kepada merdeka.com, Senin (4/8).

Dia tak ingin pemerintah justru menyebut ISIS adalah organisasi Islam. Meskipun dalam balutan membawa nama Islam. Karena itu, dia mendesak agar pemerintah segera mengumumkan status ISIS.

"Pemerintah di jajaran manapun tidak boleh menyebut ISIS sebagai organisasi Islam dengan segala konsekuensinya sebelum dilakukan penyelidikan seksama," tegas anggota Komisi I DPR ini.(merdeka)

App Android Klik Disini )|( App Blackberry Klik Disini

PKS: Keputusan KPU Wajib Diterima Masyarakat Indonesia

Di posting oleh admin PKS SUMUT pada Selasa, 22 Juli 2014

pkssumut.or.id, JAKARTA - Menteri Sosial (Mensos) Salim Segaf Al-Jufri mengatakan, siapapun yang terpilih menjadi presiden, seluruh rakyat Indonesia harus menerimanya dengan baik.

"Pemenang Pilpres 2014 sebaiknya bersikap tawadhu. Sedangkan yang kalah sebaiknya menerima dan memberikan ucapan selamat kepada pemenang," kata Salim di Jakarta, Senin (21/7) malam WIB.

Anggota Majelis Syuro PKS tersebut menyatakan, berdasarkan penghitungan rekapitulasi KPU, siapa pun yang menjadi presiden maka wajib diterima masyarakat Indonesia. Sebab, KPU merupakan satu-satunya lembaga yang harus dipercaya dalam mengumumkan pemenang presiden.

Hanya saja, Salim mengingatkan, janji-janji capres selama masa kampanye harus dibuktikan saat menjadi presiden. "Masyarakat ingin bukti, bukan hanya janji atau ungkapan yang indah," terangnya.

Menurut dia, presiden yang akan datang, harus membawa Indonesia menjadi negara yang lebih baik. "Janji yang diucapkan dulu harus dipenuhi," katanya. [ROL]

 

App Android Klik Disini )|( App Blackberry Klik Disini

PKS Ajak Semua Bersabar Tunggu Hasil KPU

pkssumut.or.id, PALEMBANG - Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Sumatera Selatan mengajak semua pihak untuk bersabar menunggu hasil resmi dari Komisi Pemilihan Umum, terkait dengan Pemilu Presiden 9 Juli lalu.

"Kami mengajak semua pihak untuk bersabar menunggu hasil resmi dari Komisi Pemilihan Umum, karena KPU adalah lembaga negara yang bekerja atas nama konstitusi," kata Juru Bicara Fraksi PKS DPRD Sumatera Selatan HM Tukul di Palembang, Senin (22/7).

Menurut dia, jika ada ketidakpuasan terhadap keputusan tersebut maka ditempuh melalui jalur sudah diatur dalam peraturan perundang-undangan yang ada. "Kita bersama harus melawan semua bentuk provokasi yang mengganggu rasa aman masyarakat, apalagi ini dalam suasana bulan Ramadhan," katanya.

Ia menyatakan, fraksi itu juga memberikan apresiasi kepada pemerintah daerah, kepolisian, TNI dan pihak-pihak terkait yang sudah mengawal pesta demokrasi di Sumsel berjalan cukup kondusif. "Hal ini, harus kita pertahankan, ke depan bahkan setelah keputusan KPU pada Selasa (22/7) tentang hasil pemilihan Presiden RI tahun 2014," ujarnya.

Sebagaimana diketahui KPU Sumsel sudah selesai melakukan rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara pasangan calon presiden-calon wakil presiden pada Jumat (18/7).

Berdasarkan rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara di KPU Sumatra Selatan pasangan calon presiden-calon wakil presiden, Prabowo Subianto-Hatta Rajasa unggul dengan meraih sebanyak 2.132.163 suara pada Pilpres 9 Juli lalu. Sementara pasangan capres-cawapres Joko Widodo-Jusuf Kalla perolehan sebanyak 2.027.049 suara dari 15 kabupaten dan kota di Sumsel.

Tingkat partisipasi pemilih pada Pemilu Presiden 9 Juli lalu di Sumsel mencapai 71 persen atau mengalami penurunan bila dibandingkan partisipasi pemilih pada Pemilu Legislatif 9 April lalu, kata Ketua KPU Sumsel, Aspahani. [ROL]

 

App Android Klik Disini )|( App Blackberry Klik Disini

Ini Alasan Tim Prabowo-Hatta Semakin Ragukan Hasil 'Quick Count'

Di posting oleh admin PKS SUMUT pada Sabtu, 19 Juli 2014


pkssumut.or.id, JAKARTA - Kubu Prabowo Subianto-Hatta Rajasa semakin meragukan hasil quick count yang dilansir lembaga survei pada 9 Juli lalu. Alasannya, mereka mengaku melihat keunggulan pasangan nomor urut satu dari penghitungan suara di Komisi Pemilihan Umum (KPU) daerah.

"Mendekati rekapitulasi penghitungan suara oleh KPU pusat, semakin meragukan kredibilitas quick count yang dibayar Jokowi-JK," ujar penasehat Prabowo- Hatta, Letjen TNI Purn Suryo Prabowo saat menghadiri ibadah syukur atas kemenangan pasangan nomor urut satu di gedung JHCC, Jakarta, Jumat (18/7) malam.

Ia menyatakan, hal itu sekaligus menepis penghitungan klaim real count yang dilakukan tim Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK).

Suryo menjelaskan, setelah quick count mulai diketahui kejanggalannya oleh publik, kubu Jokowi-JK mulai beralih ke real count yang dilakukan secara internal.

"Setelah dimanipulasi agar hasilnya sama dengan quick count, hasil real count tersebut dimuat pada situs kawalpemilu.org. Jadi ini cuma ganti casing aja, isinya sama," jelasnya.

Menurutnya, hasil penghitungan quick count atau real count yang mereka lakukan, tujuannya untuk membentuk opini publik dan menekan KPU. Tujuan akhirnya yaitu untuk memaksakan kebenaran sekaligus meneror KPU supaya mengeluarkan penghitungan yang sama.

Dari awal, ujar dia, kubu Jokowi-JK sudah tahu kalau Prabowo-Hatta yang akan menang. Namun karena kemenangan itu tipis maka membuka peluang mereka untuk menang.

"Mereka memilih tiga cara untuk menang. Pertama melakukan kecurangan tapi menuduh kubu Prabowo-Hatta yang curang. Modusnya, mereka lakukan mark up suara melalui pemilih siluman seperti yang terjadi di DKI atau merusak kertas suara Prabowo-Hatta seperti yang terjadi di Sukoharjo," ujarnya.

Kedua, lanjutnya, kubu Jokowi-JK memanfaatkan media yang mayoritas mendukungnya untuk lakukan pembentukan opini. Antara lain melalui real count yang memenangkan Jokowi-JK.

Ketiga, papar dia, melakukan tekanan psikis untuk menjatuhkan moral dan mental KPU. Antara lain dengan menyatakan, kalau hasil resmi berbeda maka hitungan KPU yang salah.

"Ini modus tetor mental untuk KPU. Kami harap KPU tidak terpengaruh, kami dan TNI siap mendukung KPU agar tetap independen dalam menghitung rekapitulasi suara," ujar dia. [ROL]

 

App Android Klik Disini )|( App Blackberry Klik Disini

Hari Ini, Pemungutan Suara Ulang di 13 TPS di Jakarta


pkssumut.or.id, JAKARTA - Pemungutan suara ulang (PSU) di 13 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Jakarta akan dilakukan pada pagi ini. Sehingga rekapitulasi suara dari Jakarta yang sedianya akan dilakukan pada Jumat (18/7) lalu, maka akan dilakukan pada sore nanti.

"Pemungutan suara ulang ini digelar serentak di 13 TPS pada hari Sabtu (19/07/2014)," kata Ketua KPU DKI Sumarno dalam rilis di laman resmi KPU.

Sumarno menyatakan PSU digelar karena diduga ada pelanggaran terhadap Peraturan KPU Nomor 19 Tahun 2014 pasal 11 terkait dengan pemberian hak pilih kepada pemilih yang tidak memenuhi syarat administrasi yakni pengguna KTP daerah. Oleh petugas, mereka dimasukkan dalam DPKTb.
PSU tersebut merupakan tindak lanjut dari gugatan pasangan nomor satu ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Bawaslu melakukan kajian dan kemudian memberikan rekomendasi terhadap KPU DKI untuk melakukan PSU.

Maka berdasarkan Surat rekomendasi Badan Pengawas Pemilu Provinsi DKI Jakarta (Bawaslu) Nomor 276/BawasluProv-DKIJakarta/VII/2014 pada tanggal 17 Juli 2014, dan dilanjutkan dengan Surat rekomendasi Bawaslu Nomor 277/BawasluProv-DKIJakarta/VII/2014 yang diterima KPU DKI Jakarta tanggal 18 Juli 2014 Pukul 14.30 WIB, KPU DKI Jakarta akan melakukan Pemungutan suara ulang.

Dengan adanya PSU ini maka Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden Tingkat Provinsi DKI Jakarta tahun 2014 akan dilaksanakan pada hari Sabtu 19 Juli 2014 Pukul 20.00 WIB

Ke 13 TPS yang akan dilakukan PSU tersebut yaitu:

1. Kelurahan Bendungan Hilir TPS 03 Jakarta Pusat

2. Kelurahan Bendungan Hilir TPS 05 Jakarta Pusat

3. Kelurahan Cideng TPS 03 Jakarta Pusat

4. Kelurahan Bangka TPS 09 Jakarta Selatan

5. Kelurahan Karet Tengsin TPS 24 Jakarta Pusat

6. Kelurahan Jatinegara TPS 31 Jakarta Timur

7. Kelurahan Lagoa TPS 99 Jakarta Utara

8. Kelurahan Kebon Bawang TPS 33 Jakarta Utara

9. Kelurahan Kebon Bawang TPS 40 Jakarta Utara

10.Kelurahan Kebon Bawang TPS 60 Jakarta Utara

11.Kelurahan Sunter Jaya TPS 95 Jakarta Utara

12.Kelurahan Sunter Agung TPS 26 Jakarta Utara

13.Kelurahan Sunter Agung TPS 103 Jakarta Utara. [ROL]

 

App Android Klik Disini )|( App Blackberry Klik Disini

Adik Prabowo Menyesal Pernah Tolak Bertemu Pimpinan PKS


pkssumut.or.id, JAKARTA - Partai Gerindra sudah menjalin koalisi dengan enam partai untuk mengusung Prabowo-Hatta, bahkan hingga menandatangani koalisi permanen. Tapi ternyata Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo pernah ogah bertemu PKS dan kini ia menyesal.

"Saya menyesal perilaku saya di masa lampau yang menolak bertemu pimpinan PKS. Itu dosa besar saya," kata Hashim saat memberikan sambutan di Ibadah Pengucapan Syukur atas Kemenangan Prabowo-Hatta 2014-2019 di JCC, Senayan, Jumat (18/7/2014).

Adik kandung Prabowo ini lalu merasa mendapat kesempatan untuk menebus dosanya itu saat Partai Gerindra berkoalisi dengan PKS. Hashim mengaku seharusnya berperilaku lebih baik.

"Kesempatan bagi saya untuk berubah haluan dan saya bisa menerima kawan dari aliran dan kepercayaan lain. Semoga kelompok ekstrimis di Indonesia bisa kita jinakkan dengan kasih sayang," ucapnya.

Pria yang juga berprofesi sebagai pengusaha ini menegaskan bahwa Prabowo tidak anti kristen atau agama dan kepercayaan lainnya. Hashim juga mengaku sempat mendengar keraguan dari umat kristiani akan Prabowo setelah berkoalisi dengan PKS.

Tetapi, kehadiran Presiden PKS Anis Matta dan Sekjen PKS Taufik Ridho dalam perayaan Isa Almasih bersama umat kristiani memperlihatkan bahwa koalisi merah putih menghargai keberagaman. Hashim mengatakan bahwa keraguan umat kristiani pun terhapuskan.

"Mereka ungkapkan dukung Pancasila sebagai dasar negara. Tidak mungkin sekaliber Anis dan Taufik bohong di depan 8000 umat kristen," ujar Hashim. [detik]

 

App Android Klik Disini )|( App Blackberry Klik Disini

Pakar Tantang Lembaga Survei Berdebat Adu Data

Di posting oleh admin PKS SUMUT pada Jumat, 18 Juli 2014

Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia (Persepi) Jahja Umar (kiri), Hamdi Muluk (kanan).

pkssumut.or.id, JAKARTA - Analis Statistik, Primawira menemukan kejanggalan pada proses hitung cepat yang dilakukan oleh sejumlah lembaga survei. Karenanya, dia meminta asosiasi lembaga survei harus fair dan transparan dalam melakukan audit.

"Kalau mereka mau mengaudit yang fair, harusnya undang kita dong. Kita kan punya beberapa data yang menunjukkan lembaga survei akal-akalan," kata Primawira, lewat keterangan pers yang diterima ROL, kemarin.

Primawira beserta Pakar Matematika Tras Rustamaji mengaku siap beradu data dan berdebat terkait hasil audit asosiasi lembaga survei (Persepi). "Kita adu argumen secara ilmiah saja," tantangnya.

Persepi sudah merampungkan audit terhadap CSIS-Cyrus, Indikator Politik, Lingkaran Survei Indonesia, dan Saiful Mujani Research Center (SMRC) pada Selasa 15 Juli 2014.

Hasilnya, empat lembaga survei tersebut dinyatakan telah menjalankan metodologi survei yang benar saat hitung cepat Pilpres 9 Juli.

Sementara, Tras Rustamaji Cs, menemukan sejumlah kejanggalan dari hasil hitung cepat yang dilakukan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) dan Indikator Politik Indonesia.

Kejanggalan itu tampak dari gambaran kurva stabilitas yang berubah drastis pada pukul 13.00 WIB. [ROL]

 

App Android Klik Disini )|( App Blackberry Klik Disini

Hasil Rekapitulasi, Prabowo-Hatta Menang di Luar Negeri


pkssumut.or.id, JAKARTA - Pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa mengungguli rivalnya Joko Widodo-Jusuf Kalla dalam pemungutan suara Pilpres 2014 di luar negeri.

Kemenangan pasangan yang diusung poros koalisi Merah Putih itu berdasarkan rekapitulasi suara yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum di kantornya, Jalan Imam Bonjol, Jakarta, Kamis (17/7).

KPU telah merampungkan rekapitulasi perolehan suara di 16 Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN). Meski baru menerima 29 dokumen dalam bentuk fisik dari 130 PPLN yang ada di 96 negara. Proses rekapitulasi dijadwalkan berlangsung hingga Jumat besok.

Berikut rincian perolehan suara sementara masing-masing pasangan capres di 16 PPLN yang sudah direkapitulasi KPU;

1. PPLN Vientiane, Laos
Prabowo-Hatta 72 suara
Jokowi-JK 107‎ suara
Jumlah surat suara sah 179, suara tidak sah 4, total suara sah dan tidak sah 183.

2. PPLN Guangzou, China
Prabowo-Hatta 125 suara
Jokowi-JK 1.248‎ suara
Jumlah suara sah 1.373, jumlah suara tidak sah 1, total suara sah dan tidak sah 1.374.

3. PPLN Yangoon, Myanmar
Prabowo-Hatta 229 suara
Jokowi-JK 207‎ suara
Jumlah suara sah 436, jumlah suara tidak sah 2. Total Jumlah surat suara sah dan tidak sah 438

4. PPLN Kota Kinabalu‎, Malaysia
Prabowo-Hatta  20.790 suara
Jokowi-JK 28.905‎ suara
Jumlah pemilih 160.474‎, pengguna hak pilih 51.010, jumlah surat suara yang sah 49.694, tidak sah 1.315, suara sah dan tidak sah 51.010

5. PPLN Kuching, Malaysia
Prabowo-Hatta 33.633 suara
Jokowi-JK 40.091‎ suara
Jumlah suara sah 73.724, jumlah surat suara tidak sah 12.330. Total surat suara sah dan tidak sah sebesar 86.054.

6. PPLN Budapest, Hungaria
Prabowo-Hatta 18 suara
Jokowi-JK 82‎ suara
Jumlah surat suara sah 100. Tidak sah 1, total surat suara sah dan tidak sah 101.

7. PPLN Bucharest, Rumania
Prabowo-Hatta 27 suara
Jokowi-JK 40 suara
Jumlah surat suara sah 67, suara tidak sah 0. Jumlah surat suara sah dan tidak sah 67.

8. PPLN Zagreb, Kroasia
Prabowo-Hatta 6 suara
Jokowi-JK 29 suara
Surat suara sah 35, jumlah surat suara tidak sahnya 1. Total jumlah surat suara sah dan tidak sah 36.

9. PPLN Tokyo, Jepang
Prabowo-Hatta 2.103 suara
Jokowi-JK 3.245 suara
Jumlah surat suara sah 5.348, tidak sahnya 125. Total jumlah surat suara sah dan tidak sah 5.473.

10. PPLN Melbourne, Australia
Prabowo-Hatta  778 suara
Jokowi-JK 5.594‎ suara
Jumlah surat suara sah 6.372, surat suara tidak sah 42. Total jumlah surat suara sah dan tidak sah 6.414.

11. PPLN Vanimo, Papua New Guinea
Prabowo-Hatta 176 suara
Jokowi-JK 406 suara
Partisipasi pemilih 93,51 persen

12. PPLN Khartoum, Sudan
Prabowo-Hatta 268 suara
Jokowi-JK 95 suara
Partisipasi pemilih 55,09 persen

13. PPLN Taipei, Taiwan
Prab-Hatta17.525 suara
Jokowi-JK 47.692 suara
Partisipasi pemilih 33,63 persen

14. PPLN Jeddah, Arab Saudi
Prabowo-Hatta 5.626 suara
Jokowi-JK 5.357 suara
Partisipasi pemilih 1,75 persen

15. PPLN Dubai
Prabowo-Hatta 702 suara
Jokowi-JK 1.041 suara

16. PPLN Kuala Lumpur
Prabowo-Hatta 111.794 suara
Jokowi-JK 20.891
Partisipasi pemilih 31,09 persen

Dari 16 wilayah di luar negeri ini, pasangan Prabowo-Hatta unggul dengan memperoleh suara 193. 872, sedangkan Jokowi-JK memperoleh 155.030 suara. [RMOL]

 

App Android Klik Disini )|( App Blackberry Klik Disini

"Kebaikan di TanganMu, Yang Maha Tahu" | Oleh: Salim A. Fillah

Di posting oleh admin PKS SUMUT pada Kamis, 17 Juli 2014

Oleh: Salim A. Fillah

pkssumut.or.id, Kemarin, lelaki kekar itu memukul seseorang sekali hantam. Dan korbannya mati. Semalaman dia gelisah, celingak-celinguk mengkhawatirkan dirinya. Si korban yang tewas adalah orang Qibthi, dari bangsa sang Fir’aun penguasa Mesir. Adapun dia dan teman-temannya dari keturunan Ya’qub, ‘Alaihissalam, suku pendatang yang diperbudak. Penguasa kejam itu bisa berbuat hal tak terbayangkan pada sahaya-sahaya yang melanggar aturan.

Lelaki dalam cerita di Surah Al Qashash itu, Musa namanya. Dan pagi ini, kawan yang tempo hari dibelanya hingga dia tak sengaja menghilangkan nyawa kembali meminta bantuannya. Lagi-lagi teman sekampung yang memang pembuat onar itu bersengketa dengan seorang penduduk Lembah Nil. “Sungguh kamu ini benar-benar pencari gara-gara yang sesat perbuatannya!”, hardik Musa.

Tapi Musa sukar bersikap lain. Dicekaunya leher pria Qibthi itu, dan kepalan tangannya siap meninju. “Wahai Musa”, kata orang itu dengan takut-takut, “Apakah kau bermaksud membunuhku seperti pembunuhan yang kau lakukan kemarin?” Musa terhenyak. Rasa bersalah menyergapnya, keraguan melumuri hatinya. Cengkeramannyapun mengendur dan lepas. Melihat itu si calon korban tumbuh nyalinya. “Kau ini memang hanya bermaksud menjadi orang yang sewenang-wenang di negeri ini!”, semburnya.

“Hai Musa”, tetiba muncul seorang lelaki yang tergopoh dari ujung kota, “Para pembesar negeri di sisi Fir’aun sedang berunding untuk membunuhmu. Keluarlah segera!” Musa bimbang. “Pergilah cepat!”, tegas orang itu, “Sungguh aku ini tulus memberimu saran!”

Tanpa tahu jalan dan tanpa ada kawan, Musa bergegas lari. Dengan penuh was-was dan galau dia ayunkan kaki. Batinnya menggumamkan harap, “Semoga Rabbku memimpinku ke jalan yang benar”. Langkahnya lebar-lebar dan tak berjeda, pandangnya lurus ke depan tanpa menoleh. Dan setelah menempuh jarak yang jauh; memburu nafas hingga menderu, menguras tenaga hingga lemas, memerah keringat hingga lemah; inilah dia kini, sampai di sebuah mata air.

Negeri itu, nantinya kita tahu, bernama Madyan. Musa melihat orang berrebut berdesak-desak memberi minum ternak-ternak. Adapun di salah satu sudut yang jauh, dua gadis memegang kekang kambing-kambingnya yang meronta, menahan mereka agar tak mendekat ke mata air meski binatang-binatang itu teramat kehausan tampaknya.

Musa nantinya akan disifati sebagai lelaki perkasa oleh salah seorang gadis itu. Bukan tersebab dia menceritakan kisahnya yang membunuh dengan sekali pukul, melainkan karena dalam lapar hausnya, lelah payahnya, takut cemasnya, serta asing kikuknya; Musa sanggup menawarkan bantuan. Orang yang masih mau dan mampu menolong di saat dirinya sendiri memerlukan pertolongan adalah pria yang kuat.
 

Musa melakukannya. Musa menggiring domba-domba itu ke mata air. Ketika dilihatnya ada batu menyempitkan permukaan situ, dia sadar inilah salah satu sebab orang-orang harus berdesak-desakan. Maka dengan sisa tenaga, diangkatnya batu itu, disingkarkannya hingga sumur itu lapang tepiannya. Lagi-lagi Musa membuktikan kekuatannya. Bahwa pria perkasa tidak mengharapkan imbalan dan ganjaran dari manusia.

Tanpa bicara lagi dan tak menunggu ungkapan terimakasih, Musa berlalu seusai menuntaskan tugasnya. Dia menggeloso di bawah sebuah pohon yang kecil-kecil daunnya. Rasa lelah melinukan tulangnya dan rasa lapar mencekik lambungnya. Kemudian dia berdoa, “Rabbi inni lima anzalta ilayya min khairin faqiir. Duhai Pencipta, Pemelihara, Pemberi Rizqi, Pengatur Urusan, dan Penguasaku; sesungguhnya aku terhadap apa yang Kau turunkan di antara kebaikan amat memerlukan.”

***

 Karena desakan hajat yang memenuhi jiwa; sebab keinginan-keinginan yang menghantui angan; kita lalu menghadap penuh harap pada Allah dengan doa-doa. Sesungguhnya meminta apapun, selama ianya kebaikan, tak terlarang di sisi Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Bahkan kita dianjurkan banyak meminta. Sebab yang tak pernah memohon apapun pada Allah, justru jatuh pada kesombongan.

“Kita dianjurkan untuk meminta kepada Allah”, demikian Dr. ‘Umar Al Muqbil menggarisbawahi tadabbur atas doa Musa setelah menolong dua gadis Madyan itu, “Baik hal kecil maupun hal besar”. Dalam kisah ini, sesungguhnya Musa yang kelaparan hendak meminta makanan. Cukup baginya, seandainya dia meminta jamuan kepada orang yang dia telah diberikannya jasa. Cukup baginya, sekiranya dia mengambil imbalan atas kebaikannya.

Tetapi Musa mengajarkan pada kita tiga hal penting dalam doanya. Pertama, bahwa hanya Allah yang layak disimpuhi kedermawananNya, ditadah karuniaNya, dan diharapi balasanNya. Mengharap kepada makhluq hanyalah kekecewaan. Meminta kepada makhluq hanyalah kehinaan. Bertimpuh pada makhluq hanyalah kenistaan.

Apapun hajat kita, kecil maupun besar, ringan maupun berat, remeh maupun penting; hanya Allah tempat mengharap, mengadu, dan memohon pertolongan.

Pelajaran kedua dari Musa adalah adab. Bertatakrama pada Allah, pun juga di dalam doa, adalah hal yang seyogyanya kita utamakan. Para ‘ulama menyepakati tersyariatkannya berdoa pada Allah dengan susunan kalimat perintah, sebagaimana banyak tersebut dalam Al Quran maupun Sunnah. Ia benar dan dibolehkan. Tetapi contoh dari beberapa Nabi dalam Al Quran menunjukkan ada yang lebih tinggi dari soal boleh atau tak boleh. Ialah soal patut tak patut. Ialah soal indah tak indah. Ialah soal adab.

Maka demikian pulalah Musa, ‘Alaihis Salam. Dia tidak mengatakan, “Ya Allah berikan.. Ya Allah turunkan.. Ya Allah sediakan..”. Dia merundukkan diri dan berlirih hati, “Duhai Rabbi; Penciptaku, Penguasaku, Penjamin rizqiku, Pemeliharaku, Pengatur urusanku; sungguh aku, terhadap apa yang Kau turunkan di antara kebaikan, amat memerlukan.”

Yang ketiga, bahwa Allah dengan ilmuNya yang sempurna lebih mengerti apa yang kita perlukan dan apa yang baik bagi diri ini daripada pribadi kita sendiri. Musa menunjukkan bahwa berdoa bukanlah memberitahu Allah apa hajat-hajat kita, sebab Dia Maha Tahu. Berdoa adalah bincang mesra dengan Rabb yang Maha Kuasa, agar Dia ridhai semua yang Dia limpahkan, Dia ambil, maupun Dia simpan untuk kita.

Maka Musa tidak mengatakan, “Ya Allah berikan padaku makanan”. Dia pasrahkan karunia yang dimintanya pada ilmu Allah yang Maha Mulia. Dia percayakan anugrah yang dimohonnya pada pengetahuan Allah yang Maha Dermawan. Diapun mengatakan, “Rabbi, sungguh aku, terhadap apa yang Kau turunkan di antara kebaikan, amat memerlukan.”

***

Gadis itu berjingkat dalam langkah malu-malu. Dia tutupkan pula ujung lengan baju ke wajah sebab sangat tersipu. Musa masih di sana, duduk bersahaja. Tepat ketika bayangan berkerudung itu menyusup ke matanya, lelaki gagah ini menundukkan pandangan.

“..Sesungguhnya Ayahku memanggilmu agar dia dapat membalas kebaikanmu yang telah memberi minum ternak-ternak kami..” (QS Al Qashash [28]: 25)

Allah yang merajai alam semesta memiliki jalan tak terhingga untuk memberikan karuniaNya kepada hamba. Baik untuk yang meminta maupun diam saja, yang menghiba maupun bermasam muka, yang yakin maupun tak percaya; limpahan rahmatNya tiada dapat dihalangi. Allah yang menguasai segenap makhluq memiliki cara tak terbatas untuk menghadirkan penyelesaian bagi masalah hambaNya. Allah yang menggenggam seluruh wujud, mudah bagiNya memilihkan sarana terbaik untuk menjawab pinta dan menghadirkan karunia.

Maka jangan pernah mengharap balasan itu datang dari orang yang pada kitalah budinya terhutang. Tapi dalam kisah ini, Allah pilihkan jawaban doa dan balasan kebaikan melalui orang yang padanya Musa telah menghulurkan bantuan. Bukan sebab tiadanya jalan lain, melainkan karena Allah memang hendak menghubungkan Musa dengan mata air kebaikan yang telah disiapkanNya bagi tugas besarnya kelak. Sebuah keluarga terpilih, yang akan menjadi tempatnya mendewasa dan jadi titik tolak kenabian dan kerasulannya.

Untuk kita insyafi agar diri hanya menggantungkan asa kepada Allah ‘Azza wa Jalla, bahwa tak selalu Dia membalas kebaikan melalui orang yang menerima pertolongan kita. Hanya, mungkin saja itu terjadi. Sebab ada kebaikan yang Allah persiapkan di balik itu, berlipat-lipat, bergulung-gulung. Seperti yang dialami Musa.

“Berjalanlah di belakangku”, sahut Musa, “Dan berilah isyarat terhadap arah yang kita tuju.” Kita tahu, nanti Musa akan dijuluki sebagai ‘Yang Tepercaya’ karena ucapan ini. Sungguh memang, betapa tepercaya lelaki muda yang tetap menjaga pandangannya, pada gadis asing yang jelita, yang mendatanginya untuk kemudian berjalan hanya berdua.

Maka hari itu berubahlah hidup Musa. Sang pelarian dari Mesir menemukan tambatan hidup. Di rumah seorang bapak tua dari negeri Madyan, dia dijamu makan, dilingkupi perlindungan, diberi tempat tinggal, ditawari pekerjaan, kemudian nantinya dinikahkan, dan akhirnya diberi tugas kenabian.

Musa meminta makanan dengan tatakrama yang baik. Yaitu, dia pasrahkan kebaikan apapun yang hendak diberikan Allah padanya ke dalam cakupan ilmuNya. Musa meyakini bahwa apapun yang akan dikaruniakan Allah padanya adalah lebih baik dari semua dugaan dalam permohonannya. Maka Allah memberinya kelimpahan tak terbayangkan.

Demikianlah Allah, Rabb yang Maha Pemurah. Bahkan apa yang kita tak pernah memintanya, Dia tak pernah alpa memberikannya. Maka pada tiap doa, sesungguhnya kita diharap bersiap untuk menerima yang lebih baik, lebih banyak, dan lebih indah. Di dunia maupun akhirat. Sebab hanya di tanganNyalah segala kebaikan. Sebab Dialah yang Maha Kuasa atas segala sesuatu.

***

“Aku tak pernah mengkhawatirkan apakah doaku akan dikabulkan”, demikian ‘Umar ibn Al Khaththab pernah berkata. “Sebab setiap kali Allah mengilhamkan hambaNya untuk berdoa, maka Dia sedang berkehendak untuk memberi karunia.”

“Yang aku khawatirkan adalah”, lanjut ‘Umar, “Jika aku tidak berdoa.”

Takkan terasa manisnya kehambaan, hingga kita merasa bahwa bermesra pada Allah dalam doa itulah yang lebih penting dari pengabulannya. Takkan terasa lezatnya ketaatan, hingga kita lebih mencintai Dzat yang mengijabah permintaan kita, dibanding wujud dari pengabulan itu.
 

Inilah lapis-lapis keberkahan. Seperti Musa, di lapis-lapis keberkahan kita berlatih untuk meyakini bahwa segala kebaikan ada dalam genggaman Allah. Di lapis-lapis keberkahann, kita juga belajar bahwa ilmu Allah tentang kebaikan yang kita perlukan adalah pengetahuanNya yang sempurna, jauh melampaui kedegilan akal dan kesempitan wawasan kita. Maka di antara jalan berkah adalah, rasa percaya yang diwujudkan dalam tatakrama.

Di lapis-lapis keberkahan, kita mengeja iman dan adab itu dalam doa-doa. Dan inilah firmanNya yang Maha Mulia menutup renungan kita dengan lafal doa yang penuh makna:

“Katakan: duhai Allah, pemilik kerajaan maharaya, Engkau berikan kekuasaan kepada sesiapa yang Kau kehendaki, dan Engkau cabut kekuasaan itu dari siapa saja yang Kau kehendaki. Engkau muliakan sesiapa yang Kau kehendaki, dan Engkau hinakan siapa jua yang Kau kehendaki. Di tanganMulah segala kebaikan. Sesungguhnya, Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. Engkau memasukkan malam ke dalam siang dan Kau benamkan siang ke dalam malam. Engkau mengeluarkan yang hidup dari yang mati, dan Kau seruakkan yang mati dari yang hidup. Dan Engkau mengenugrahi rizki pada siapapun yang Kau kehendaki tanpa terbatasi.” (QS Ali ‘Imran [3]: 26-27)



App Android Klik Disini )|( App Blackberry Klik Disini

"TUNGGU KPU" | By @Fahrihamzah







Fahri Hamzah
@Fahrihamzah






Tweet (16/07/2014)

Kalau pegang data...pasti tidak panik. #TungguKPU

Kalau pegang data pasti yakin tidak gampang dicurangin. #TungguKPU

Kalau pegang data, gak bakalan grasa grusu kayak cacing tripping. #TungguKPU

Kalau punya data. Insya Allah kita kawal proses hukum Pilpres sampai selesai. Damai. #TungguKPU

Pemilu itu sifatnya rahasia bagi pribadi tapi terbuka bagi publik. #TungguKPU

Masih ingat LUBER dan Jurdil? Sejak ordebaru juga Sdh begitu. #TungguKPU

Bahwa kita masuk kota suara mencoblos tak ada yang tahu. Hanya aku dan Tuhan. Ini rahasia. #TungguKPU

Tapi cara suara kita dikumpulkan harus terbuka. Dan itu sudah jadi sistem dalam demokrasi kita. #TungguKPU

Jangan anggap remeh kekuatan sistem kita. 15 tahun kita membangun prosedur demokrasi yg makin kuat. #TungguKPU

Memang, Pak SBY pernah bikin sistem IT pemilu Tersentralisasi. Tapi dicurigai. Akhirnya balik lagi. #TungguKPU

Sistem kita makin manual lagi dan desentralisasi. Waktu itu kami usulkan agar saksi ditanggung negara. #TungguKPU

PDIP dan Nasdem paling ngotot. Kami dituduh mau memeras APBN padahal ini hanya demi keadilan. #TungguKPU

Kalau sistem semakin manual dan lokal maka kita memerlukan kekuatan saksi. Tapi ditolak. #TungguKPU

Pemilu legislatif kemarin membuktikan omongan dan sikap politik kami. Bahwa kehadiran saksi itu wajib. #TungguKPU

Coba tanya KPU, Bawaslu! MK dan semua penyelenggara pemilu. Akibat ketiadaan saksi? #TungguKPU

Negara dan kita semua akhirnya membayar biaya sengketa yang semakin besar. #TungguKPU

Tapi, sistem kita tetap aman bagi pengawalan publik. #TungguKPU

Coba lihat, dalam hitungan 4 hari, hampir 100% form C1 sudah diupload oleh KPU. #TungguKPU

Langsung setelah itu form D1 hasil rekap juga dapat diakses bebas. Sangat cepat. #TungguKPU

Dari TPS masuk Kelurahan ke Kecamatan lalu kabupaten dan provinsi berjalan lancar terbuka. #TungguKPU

Bukan kita nafikan kemungkinan ada kecurangan. Ada saja tetapi pilpres itu lebih ringkas. #TungguKPU

Kecurangan bisa saja terjadi tetapi kecepatan dan akurasi serta keterbukaan proses akan menghambatnya. #TungguKPU

Tapi, namanya juga pertandingan..akan ada gesekan. Dan gesekan itu sah jika sesuai ketentuan. #TungguKPU

Orang sering lupa bahwa demokrasi sejak awal membebaskan instink manusia dalam konflik. Makanya diatur. #TungguKPU

Tapi sebaliknya, sistem otoriter tidak menerima hasrat dasar konflik ini makanya negara mencabut kebebasan. #TungguKPU

Banyak orang ngaku Demokrat tapi takut bersaing secara fair. #TungguKPU

Padahal persaingan punya efek baik pada progres. Dan sejauh itu legal kita harus siap menang siap kalah. #TungguKPU

Tunggu saja hasil KPU. Percayakan lembaga negara. Apa sih susahnya. #TungguKPU

Kalau kalian menang kami ucap selamat tapi kalau kami menang ucapkan selamat juga dong. #TungguKPU

Gampang kan jin? #TungguKPU


App Android Klik Disini )|( App Blackberry Klik Disini

Kabar PKS

More Post »

Kabar Indonesia

More Post »

Tausiah

More Post »

Kultwit

More Post »

Opini

More Post »

Inspirasi

More Post »

Dunia Islam

More Post »
 
Support : PKS Sumatera Utara | Facebook | Twitter
Jl Kenanga Raya No. 51 Medan 20132, Telp. (061) 8210322 Fax. (061) 8213723
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger