Berita Terkini

PKS Bahas Koalisi Indonesia Raya ke Majelis Syuro

Di posting oleh admin PKS SUMUT pada Jumat, 18 April 2014


pkssumut.or.id, JAKARTA - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) akan membawa wacana pembentukan koalisi parpol Islam ke Majelis Syuro PKS. Pasalnya dari hasil pertemuan dengan parpol dan ormas Islam sudah ada gagasan untuk menyatukan kekuatan di pilpres.

"Tujuan saya ke sini adalah untuk menyerap aspirasi dan aspirasi ini insya Allah saya sampaikan ke majelis syuro," ujat Presiden PKS Anis Matta, Kamis (17/04/2014) malam.

Menurutnya, dengan hasil perolehan sementara pileg, kekuatan parpol Islam sudah menunjukkan angka signifikan untuk berkoalisi. Namun hal itu masih akan dibahas lebih lanjut dengan semua elemen baik parpol maupun ormas.

"Ini pertemuan pendahuluan. Ormas Islam minta partai Islam bersatu. Belum ada ide spesifik," imbuhnya.

Anis mengatakan melihat perjalanan politik selama 15 tahun, parpol Islam selalu bersama-sama dalam pemerintahan. Dari fakta itu banyak kalangan Islam yang mendorong agar parpol Islam menjadi membentuk kekuatan baru di 2014.

Untuk itu, semua gagasan itu akan ditindaklanjuti semuan parpol Islam dengan melakukan kajian dan pembahasan terkait kemungkinan itu.

"Yang dicari adalah format koalisi baru, supaya partai Islam bisa bersatu. Kita akan terus jalani. Ini kan aspirasi umat. Kami kan mendapat dukungan umat," tandasnya.

Sebelumnya, Ketua MPP DPP PAN Amien Rais menyebut kekuatan koalisi baru yang akan dibentuk oleh parpol Islam adalah koalisi Indonesia Raya.

Dalam koalisi itu nantinnya parpol Islam tidak akan jalan sendiri tetapi melibatkan parpol nasionalis untuk bersama-sama bertarung di Pilpres 2014. [inilah]

 

App Android Klik Disini )|( App Blackberry Klik Disini

Amien Rais: Partai Islam Menyetel Orkes Indah


pkssumut.or.id, JAKARTA - Partai Islam menyatakan akan bekerjasama menghadapi Pilpres 2014 untuk menghasilkan sebuah perubahan positif bagi pemerintahan ke depan.

Ketua Majelis Pertimbangan Pusat (MPP) Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais mengatakan, berdasarkan hasil pertemuan lima partai Islam, yakni PAN, PKB, PKS, PPP, dan PBB menyatakan kesiapan untuk menjalin kerjasama.

"Teman-teman parpol Islam ini akan bekerjasama menyetel orkes yang indah, kemudian mencari platform, tapi memang tidak mungkin tanpa kekuatan lain," kata Amien, di Cikini Raya No. 24, Jakarta Pusat, Kamis (17/4/2014).

Meski sudah ada kesamaan platform, kata Amien, keputusan untuk menjalin koalisi belum diputuskan. Menurutnya, partai koalisi akan dibangun bersama partai nasionalis dalam menghadapi Pilpres nanti.

"Parpol islam itu mau bekerja sama atau berkoalisi, kemudian kalau sudah selesai dengan partai islam itu, maka baru akan bekerja sama dengan partai nasionalis," tambah Amien. [inilah]

 

App Android Klik Disini )|( App Blackberry Klik Disini

Almuzzammil: Saatnya Parpol Islam Mengarahkan Konstelasi Politik


pkssumut.or.id, JAKARTA – Anggota Majelis Syuro PKS Almuzzammil Yusuf menyatakan banyak merekam respon positif tokoh parpol, ulama, dan ormas Islam dalam menyambut wacana koalisi partai Islam guna mengusung capres dan cawapres pada Pilpres 2014. Walaupun ada juga pihak yang bernada pesimis.

"Yang harus dipahami dari ide koalisi partai Islam ini adalah merubah peran partai-partai Islam dari sekedar penumpang yang diperebutkan oleh kendaraan/partai nasionalis menjadi sebaliknya. Yaitu, partai-partai Islam berubah menjadi kendaraan besar yang mengarahkan konstelasi politik nasional,” jelas Wakil Ketua Komisi III DPR ini di Jakarta, Kamis (17/04) malam.

Menurut Muzzammil, jika partai Islam terpecah-pecah tak ubah seperti penumpang yang diperebutkan oleh pengemudi dan kondektur.

“Sebaliknya jika kita bersatu maka kita sebagai pengemudi kendaraan besar dapat menawarkan program keumatan dan kebangsaan secara seimbang dan utuh beserta pelaku utamanya, baik sebagai capres atau cawapres kepada partai nasionalis.” Paparnya.

Dalam pandangan politisi senior PKS asal Lampung ini, fenomena kenaikan perolehan suara partai-partai Islam menunjukan dukungan masyarakat tidak sepi kepada partai-partai Islam.

“Angka di atas 30 persen suara Pileg 2014 dari kelima partai Islam bukanlah jumlah yang kecil. Saatnya momentum ini diambil oleh pimpinan partai Islam dan didukung oleh ormas-ormas Islam dengan jaringannya menyebar di seluruh Indonesia.” Tuturnya.

Di luar hitungan politis di atas, kata Muzzammil, pimpinan partai Islam perlu melihat koalisi ini dari keberkahan konsep berjamaah.

“Bukankah kita diajarkan sholat berjamaah yang nilainya 27 kali lipat daripada sholat sendiri. Demikian pula halnya dengan strategi koalisi partai Islam secara berjamaah.” Katanya.

Untuk itu, Muzzammil meminta kepada pimpinan partai Islam agar tidak memandang sebelah mata terhadap kekuatan umat dan jangan apriori terhadap wacana ini.

“Bismillah, jalan kan saja dulu. Kita sudah menyaksikan beberapa fenomena Pilkada yang dimenangkan calon tertentu tanpa diduga sebelumnya. Itulah bukti, tidak ada yang mustahil dalam politik. Fenomena itu juga bisa berlaku dalam Pilpres 2014,” ujarnya. [tajuk]

 

App Android Klik Disini )|( App Blackberry Klik Disini

#ForumOrmasIslam PKS Ingin yang Substansi | @Fahrihamzah







Fahri Hamzah 
Kultwit @Fahrihamzah





Kamis, (17/04/14)

Saya ingin twit sedikit soal pertemuan tadi. Yang menurut saya adalah #ForumOrmasIslam memberi masukan.

Jadi itu adalah undangan kepada kami partai2 Islam dan berbasis Islam.

Undangan yang mulai yang kami hadiri dengan baik dan hanya @anismatta yang ketua umum.

Nuansa pembicaraan adalah pertama, kekecewaan dan protes kepada lembaga survey.

Rupanya mereka selama ini sakit hati oleh prediksi seolah partai Islam akan tamat di pemilu 2014 ini.

Dan mereka senang juga bahwa ternyata prediksi itu meleset total. Tak terbendung ekspresi kegembiraannya.

Kedua, mereka ikut senang dan bangga karena ternyata partai Islam ini suaranya naik.

Bayangkan kegembiraan dari dugaan partai Islam hilang menjadi sekitar sekitar 35% +PBB.

Belum dihitung kursi yang bisa jumlahnya lebih besar dari jumlah % suara.

Ketiga, melihat keberhasilan itu, #ForumOrmasIslam mengusulkan agar partai Islam bersatu.

Usulnya memang sampai pada tingkat agar partai Islam memiliki pasangan calon sendiri.

Ada juga yang mengusulkan agar partai lain diajak gabung sebagai calong wakil dan partai Islam memimpin.

Inilah garis besar usulan dan saran serta nasehat #ForumOrmasIslam malam ini di Cikini?

Kami merasa ini adalah nasehat orang tua atas anak-anak mereka yang sedang berjuang.

Kami tentu sangat mendengar aspirasi ini. Dan kami tentu akan memikirkan dengan seksama.

Bagi PKS, koalisi memang harus dimulai dari percakapan yang substantif. Tentang format kita.

PKS tidak mau terjebak simbolik semata. Kita harus mulai masuk substansi.

Substansinya adalah pemerintahan. Ideologinya sudah selesai. Kita semua bersandar pada Pancasila.

Format jaminan akan pemerintahan yang Efektif lah yang harus menjadi topik bicara kita.

Orang2 kita letakkan kemudian setelah konsep kita matang. Janji kampanye lahir di sini.

Demikianlah sebuah upaya serius sedang dijalankan sebagai ikhtiar agar Indonesia tetap Indah.

Kami ucapkan terima kasih kepada #ForumOrmasIslam



App Android Klik Disini )|( App Blackberry Klik Disini

Anis Matta: Partai Islam Pikirkan Pengajuan Capres Sendiri


pkssumut.or.id, JAKARTA –  Presiden PKS Anis Matta mengemukakan, target yang ingin dicapai dalam pertemuan tentang koalisi parpol Islam, Kamis (17/4) malam di Cikini adalah memikirkan kemungkinan parpol Islam mengajukan capres sendiri. Dan PKS akan membawa hasil pertemuan itu ke Majelis Syuro untuk diambil keputusan.

“Pada prinsipnya partai Islam sejak reformasi tidak pernah pisah, dan selalu ada di koalisi pemerintahan. Sehingga pertemuan itu ingin memastikan partai Islam tetap berada di pemerintahan ke depan,” kata Anis Matta usai pertemuan parpol, ormas, dan tokoh Islam di Cikini, Kamis (17/4) malam.

Lebih lanjut Anis mengemukakan, sejak poros tengah dicetuskan hingga sekarang partai Islam tidak pernah pisah, dan selalu ada di koalisi pemerintahan. “Saat ini sedang dicari format koalisi baru yang memungkinkan partai Islam seluruhnya insya Allah tetap akan ada di pemerintahan," imbuh Anis Matta.

Sementara itu Ketua Majelis Pertimbangan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais yang turut hadir dalam pertemuan tersebut menjelaskan, parpol Islam sepakat mengambil peluang berkoalisi. Dan hasil pertemuan tersebut  dengan terlebih dulu akan dibicarakan di masing-masing partai.

"Parpol Islam, ada PKB, PKS, PAN, PBB, PPP, ulama NU, dewan dakwah dan MUI, mau bekerja sama berkoalisi, namun akan dibicarakan di internal dulu," ujar Amien.

Amien sendiri mengusulkan koalisi tidak hanya antarpartai Islam, tetapi menarik juga partai nasionalis, dan koalisinya disebut Koalisi Indonesia Raya. Menurut dia, tidak mungkin parpol Islam berjalan sendiri tanpa kekuatan lain.

“Kekuatan lain itu adalah partai nasionalis, " tandas Amien.

Pertemuan yang digagas Tim Pelaksana Koalisi Parpol Islam tersebut hingga semalam belum mengerucut pada nama yang akan diusung sebagai capres dan cawapres. Pertemuan masih akan berlanjut secara bertahap setelah masing-masing parpol membahasnya secara intenal. [tajuk]

 

App Android Klik Disini )|( App Blackberry Klik Disini

Saksi PKS Kelurahan Sukajaya Nyaris 'Dibacok' Orang Tak Dikenal

Abdi (baju bola warna biru) bersama salah satu caleg PKS.

pkssumut.or.id, PALEMBANG – Sekitar pukul 17.30 WIB terjadi tindakan intimidasi dan teror terhadap Abdi saksi PKS di PPS Kelurahan Sukajaya Kecamatan Sukarami Palembang (17/04).

Menurut penuturannya, kejadian berlangsung saat dia keluar dari PPS Sukajaya. Saat itu penghitungan rekap sedang dipending dan dia berpisah dengan temannya. Ketika sedang berjalan, kemudian Abdi didatangi oleh tiga orang yang tidak dikenal sambil mengendarai sepeda motor. Tiba-tiba saja salah seorang langsung mencoba membacok. Untungnya, bacokan tersebut hanya mengenai tas dan pelaku langsung kabur. Akibatnya, tas, baju dan celana korban robek.

Secara terpisah, Muhammad Ridwan Ketua Advokasi TPPW PKS Sumsel mengatakan bahwa kejadian tersebut kemungkinan buntut dari penghitungan suara.


“Kelurahan Sukajaya ini daerah rawan kecurangan yang memang jadi perhatian saksi kita, selain itu kemungkinan besar pelaku mengincar form C1 yang dibawa saksi PKS,” ungkap Ridwan yang juga Sekretaris DPD PKS Palembang ini.

Saat ini, peristiwa tersebut telah dilaporkan ke pihak kepolisian. Sedangkan Abdi, setelah kejadian percobaan pembacokan kemarin langsung dievakuasi. DPW PKS sendiri menginstruksikan pengetatan pengamanan kepada seluruh saksi. [pkssumsel]



App Android Klik Disini )|( App Blackberry Klik Disini

PKS: Kontrak Politik Lebih Penting dari Capres/Cawapres


pkssumut.or.id, JAKARTA - Wakil Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera Fahri Hamzah mengatakan kontrak politik yang jelas dalam koalisi jauh lebih penting dibandingkan penentuan calon presiden dan calon wakil presiden.

"Koalisi itu bukan masalah kawin-kawinan atau orang (calon) yang harus jadi (capres-cawapres). Tapi konsepnya dulu bagaimana," kata Fahri Hamzah dijumpai saat menghadiri pertemuan tokoh ormas dan pemimpin partai Islam di Cikini, Jakarta, Kamis (17/04).

Fahri mengatakan pihaknya berkaca dari pengalaman koalisi tahun lalu di mana Demokrat menentukan sepihak Boediono sebagai Wakil Presiden tanpa meminta persetujuan PKS selaku salah satu partai koalisi.

"Saya kan ngotot waktu penentuan Pak Boediono, karena kok ada wakil presiden tidak diomongin dengan kami. Saya protes, tetapi waktu itu pak Andi Mallarangeng mengatakan sudah melalui penelitian dan segala macam, akhirnya Pak Boediono tidak jadi apa-apa, dan sekarang namanya disebut dalam kasus," kata Fahri Hamzah.

Fahri menegaskan dalam menjalin komunikasi politik pihaknya selalu mengedepankan kontrak-kontrak dan pembagian tugas lebih dulu.

Menurut dia, dari pada berkoalisi dengan ketidakjelasan, maka partainya lebih baik menjadi oposisi.

Sementara itu berdasarkan keterangan Ketua Koalisi Politik Islam Bachtiar Nasir selaku salah satu penggagas pertemuan tokoh dan pimpinan parpol Islam, pertemuan itu bertujuan menggabungkan seluruh partai Islam dalam koalisi besar.

Hingga saat ini sejumlah tokoh yang sudah hadir antara lain politisi PAN Azwar Abu Bakar, Ketua Majelis Pertimbangan PAN Amien Rais, Presiden PKS Anis Matta, politisi PKS Hidayat Nur Wahid, politisi PKS Fahri Hamzah, Bendahara Umum PKB Bahruddin Anshori serta politisi PPP Emron Pangkapi. [ant/ROL]

 

App Android Klik Disini )|( App Blackberry Klik Disini

[BreakingNews] Bahas Koalisi, Malam Ini Ulama dan Pimpinan Parpol Islam Kumpul di Cikini

Di posting oleh admin PKS SUMUT pada Kamis, 17 April 2014


pkssumut.or.id, JAKARTA - Untuk memuluskan jalan bagi terwujudnya koalisi Parpol Islam dan berbasis Islam, Forum Koalisi Partai Islam, sedang bekerja keras untuk mempertemukan elit politik Parpol Islam dan berbasis Islam.

Langkah untuk terwujudnya koalisi Parpol Islam dan berbasis semakin mulus setelah sejumlah tokoh dan ulama ikut mempertemukan pimpinan Parpol Islam.

“Insya Allah pertemuan pimpinan Parpol Ulama dan Ormas Islam akan berlangsung hari ini Kamis (17/04/14) Pukul 18.00-22.00 WIB, di Jl. Cikini Raya, 24 Menteng Jakarta Pusat” bunyi undangan yang diterima dakta.com.

Dari undangan yang diterima dakta.com, yang akan bertindak sebagai moderator Ketua MUI, KH. Cholil Ridwan. Tokoh tokoh nasional yang diundang diantaranya; Prof. Dr. KH. Din Syamsuddin (Ketua MUI Pusat), Prof. Dr. KH. Said Aqil Siraj (Ketua PBNU), KH. Hasyim Muzadi (Dewan Pembina PBNU), KH. Mustofa Bisri (Dewan Pembina PBNU), KH. Salahuddin Wahid (Dewan Pembina PBNU), Prof. Dr. KH. Didin Hafidhudhin (Ketua Dewan Syariah Nasional)

Sedang dari unsur pimpinan Parpol Islam dan berbasis Islam diundang Muhaimin Iskandar (Ketua Umum PKB), Ir. Hatta Rajasa (Ketua Umum PAN), Prof. Dr. Amien Rais, M.A (Ketua Dewan Syuro PAN), Muhammad Anis Matta, Lc (Presiden PKS), Drs. H. Suryadharma Ali, M.A (Ketua Umum PPP), Dr. H. Hamzah Haz, M.A., Ph. D (Dewan Pembina PPP), Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, S.H., M.Sc (Ketua Umum PBB).

Dari bakal calon presiden diundang Rhoma Irama (Calon Presiden RI Fraksi PKB),  Prof. Dr. Muhammad Mahfud. MD (Calon Presiden RI Fraksi PKB), Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla (Ketua Dewan Masjid Indonesia), H. Ahmad Heryawan, Lc (Calon Presiden RI Fraksi PKS), Dr. Hidayat Nur Wahid (Calon Presiden RI Fraksi PKS).

Dari kalangan ulama dan ustdaz diundang, KH. Muhammad Arifin Ilham (Pimpinan Majelis Azzikra)  KH. Abdullah Gymnastiar (Pimpinan Daarut Tauhid),. Ustadz Yusuf Mansur (Pimpinan PonPes PPPA Darul Qur’an), Habib Rizieq Shihab (Imam Besar FPI), Dr. Muhammad Syafii Antonio (Praktisi Ekonomi Islam). [dakta]

 

App Android Klik Disini )|( App Blackberry Klik Disini

Kabar PKS 3Besar

More Post »

.

.
.

Kabar INDONESIA

More Post »

Tausiah

More Post »

Kultwit

More Post »
More Post »

Kabar DPD

More Post »

Dunia Islam

More Post »
 
Support : PKS Sumatera Utara | Facebook | Twitter
Jl Kenanga Raya No. 51 Medan 20132, Telp. (061) 8210322 Fax. (061) 8213723
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger